| APRIL | RABI'UL TSANI-JUMADIL ULA | ||||||||||||||
| A | S | S | R | K | J | S | |||||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | ||||||||||||
| 16 | 17 | 18 | 19 | ||||||||||||
| 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | |||||||||
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | |||||||||
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | |||||||||
| 27 | 28 | 29 | 30 | 1 | 2 | 3 | |||||||||
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | |||||||||
| 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | |||||||||
| 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | |||||||||||
| 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | |||||||||||
| 13, 14, 15 | : Shaum pertengahan bulan | ||||||||||||||
| 18, 25, 2, 9 | : Sholat Jum'at | ||||||||||||||
| 2, 21, 24, 28, 1, 5, 8, 12, 15 | : Shaum Senin Kamis | ||||||||||||||
| : Shaum Daud | |||||||||||||||
Senin, 12 April 2010
Jumat, 12 Maret 2010
yang pernah hadir dlm hdp-ku
Cukup lama komunikasi diantara kami vakum. Tepatnya saat ku menulis "catatan kecil" di blog ini & kutampilkan disalah satu "situs pertemanan". aku yakin dia juga membaca "catatan kecil-ku" tersebut. Buktinya, setelah itu, dia "out" dari situs pertemanan-ku.
Padahal aku bermaksud utk memberitahunya tentang sesuatu yg "kilaf" yg pernah diperbuatnya, yang tidak dia sadari sehingga tidak terucap kata "maaf" dari-nya.
Bagaimanapun, dia tidak mudah untuk kulupakan begitu saja karena kami telah menjalin pertemanan cukup lama, bahkan lebih dulu sebelum adanya "situs pertemanan". Dan bila dia telah memilih untuk "out" dari situs pertemanan-ku, bagiku tidak masalah karena kuyakin, dia juga tidak melupakan aku yang pernah hadir dalam hidup-nya.
Buktinya, saat aku membaca blog-nya, dia masih memuat namaku disana (meskipun mungkin posisi-ku dihatinya tidak akan sama seperti dulu lagi). Aku tetap masih mengingat semua kebaikannya pada-ku. Sekian waktu yang telah kami lalui bersama seharusnya dapat membuat kami saling mengerti & memahami, meskipun pada kenyataannya tidak. Kadang, ada sikap yang harus kita perbaiki (bila sikap tersebut tidak disukai banyak orang disekitar kita & kadang menyakiti orang disekitar kita).
Pengertian yang sangat dalam pada seseorang yang telah lama kita kenal bukan berarti membiarkan orang tersebut mempertahankan "sikap buruk-nya". Kadang, sikap "memaksa seseorang harus seperti yang kita mau & kita harapkan" juga tidak selamanya baik karena hal itu dapat membuat orang-orang disekitar kita merasa terlalu diatur & terkekang.
Dia baik & memiliki pemikiran positif untuk "maju kedepan", namun kuharap dia bisa mengimbangi dengan "emosional-nya". Semoga lingkungan tempat dia berada sekarang membuat-nya bisa memahami banyak hal dan memperbaik sisi emosional-nya karena "manusia bisa diterima, dihargai & berkesan lama bagi orang lain bukan hanya karena kepintaran otak-nya & kepintaran berbicaranya, tapi juga karena kepintaran sisi emosional-nya/akhlak/sikap-nya".
(renungan bagi diri-ku juga)
Padahal aku bermaksud utk memberitahunya tentang sesuatu yg "kilaf" yg pernah diperbuatnya, yang tidak dia sadari sehingga tidak terucap kata "maaf" dari-nya.
Bagaimanapun, dia tidak mudah untuk kulupakan begitu saja karena kami telah menjalin pertemanan cukup lama, bahkan lebih dulu sebelum adanya "situs pertemanan". Dan bila dia telah memilih untuk "out" dari situs pertemanan-ku, bagiku tidak masalah karena kuyakin, dia juga tidak melupakan aku yang pernah hadir dalam hidup-nya.
Buktinya, saat aku membaca blog-nya, dia masih memuat namaku disana (meskipun mungkin posisi-ku dihatinya tidak akan sama seperti dulu lagi). Aku tetap masih mengingat semua kebaikannya pada-ku. Sekian waktu yang telah kami lalui bersama seharusnya dapat membuat kami saling mengerti & memahami, meskipun pada kenyataannya tidak. Kadang, ada sikap yang harus kita perbaiki (bila sikap tersebut tidak disukai banyak orang disekitar kita & kadang menyakiti orang disekitar kita).
Pengertian yang sangat dalam pada seseorang yang telah lama kita kenal bukan berarti membiarkan orang tersebut mempertahankan "sikap buruk-nya". Kadang, sikap "memaksa seseorang harus seperti yang kita mau & kita harapkan" juga tidak selamanya baik karena hal itu dapat membuat orang-orang disekitar kita merasa terlalu diatur & terkekang.
Dia baik & memiliki pemikiran positif untuk "maju kedepan", namun kuharap dia bisa mengimbangi dengan "emosional-nya". Semoga lingkungan tempat dia berada sekarang membuat-nya bisa memahami banyak hal dan memperbaik sisi emosional-nya karena "manusia bisa diterima, dihargai & berkesan lama bagi orang lain bukan hanya karena kepintaran otak-nya & kepintaran berbicaranya, tapi juga karena kepintaran sisi emosional-nya/akhlak/sikap-nya".
(renungan bagi diri-ku juga)
Selasa, 12 Januari 2010
"rasa yg memudar"....
"berfikirlah dulu sebelum berucap", sebuah ungkapan yg sangat dalam maknanya.
ya, krn sebuah kata yg diucapkan oleh lidah yg tak bertulang ini bisa menyebabkan "hubungan yg jauh menjadi dekat & hubungan yg dekat menjadi jauh".
pantaslah seorang teman pernah mengatakan pada saya kalau dia "tidak tertarik lagi utk bertemu teman lamanya sejak dibangku sekolah".
mungkin saja seorang berucap saat dia "emosional/kondisi marah/kondisi labil" tapi kata-kata yg terucap tak bisa ditarik lagi ibarat "air ludah yg dibuang & tak mungkin dijilat lagi (jijik kan...)
mungkin memaafkan mudah (bahkan diajarkan oleh agama ; Tuhan saja bisa memaafkan hamba-Nya) tapi mungkin tak mudah untuk melupakan.
butuh waktu bertahun-tahun utk menguji sebuah makna "pertemanan/persahabatan ; tentang sebuah ketulusan, kejujuran, pegorbanan" tapi sangatlah mudah utk memutuskan "jalinan tersebut", karena otak & hati juga ikut terlibat didalam-nya.
oleh karena itu, Rasulullah jg pernah berpesan "jika seorang berada dlm keadaan emosi/marah maka hendaklah dia duduk atau berbaring atau membaca Al-Qur'an".
karena bila seorang dalam emosi berucap, maka bisa saja apa yg dicapkan-nya malah merusak & mengacaukan segala-nya & memperlihatkan sisi negatif dirinya (yg tampak egois atau labil).
hal ini jadi "suatu renungan" terutama bagi "sipenulis".
semoga bermanfaat.
ya, krn sebuah kata yg diucapkan oleh lidah yg tak bertulang ini bisa menyebabkan "hubungan yg jauh menjadi dekat & hubungan yg dekat menjadi jauh".
pantaslah seorang teman pernah mengatakan pada saya kalau dia "tidak tertarik lagi utk bertemu teman lamanya sejak dibangku sekolah".
mungkin saja seorang berucap saat dia "emosional/kondisi marah/kondisi labil" tapi kata-kata yg terucap tak bisa ditarik lagi ibarat "air ludah yg dibuang & tak mungkin dijilat lagi (jijik kan...)
mungkin memaafkan mudah (bahkan diajarkan oleh agama ; Tuhan saja bisa memaafkan hamba-Nya) tapi mungkin tak mudah untuk melupakan.
butuh waktu bertahun-tahun utk menguji sebuah makna "pertemanan/persahabatan ; tentang sebuah ketulusan, kejujuran, pegorbanan" tapi sangatlah mudah utk memutuskan "jalinan tersebut", karena otak & hati juga ikut terlibat didalam-nya.
oleh karena itu, Rasulullah jg pernah berpesan "jika seorang berada dlm keadaan emosi/marah maka hendaklah dia duduk atau berbaring atau membaca Al-Qur'an".
karena bila seorang dalam emosi berucap, maka bisa saja apa yg dicapkan-nya malah merusak & mengacaukan segala-nya & memperlihatkan sisi negatif dirinya (yg tampak egois atau labil).
hal ini jadi "suatu renungan" terutama bagi "sipenulis".
semoga bermanfaat.
Rabu, 28 Oktober 2009
pelajaran yg dpt dipetik dari kehidupan....
Kehidupan adalah anugerah yg luar biasa dari Allah SWT & wajib utk disyukuri...
Manusia (termasuk aku) tidak bisa hidup sendiri & akan selalu membutuhkan orang lain...
Dalam kehidupan inilah Allah mengenalkanku pd sebuah jalinan pertemanan yg didalamnya ada sikap "saling", yaitu interaksi 2 arah antar 2 orang atau lebih...
Aku pernah merasakan "ukhwah" yg benar-benar disebut "ukhwah" & aku jg pernah merasakan "ukhwah" yg hanay sebatas teori...
Dalam "ukhwah sejatilah" aku merasakan "saatnya memberi & saatnya menerima"...
teman/saudara (dikala itu) ada buatku disaat aku tertawa & menangis...juga disaat aku marah, disaat aku kecewa, disaat aku rapuh...
Tapi dalam "ukhwah" yg hanya sebatas teori, mereka (yg kukenal) datang & menyapaku disaat mereka butuh aku ! Dan setelah "hajat" mereka tercapai, maka mereka lupa padaku.
Mereka seolah sibuk dgn kebahagiaan mereka...dan sekali-kali datang padaku sambil menveritakan kebahagiaan mereka...
Aku tidak butuh "orang-orang yg spt itu"...dan aku cukup merasa mendapat "pelajaran yg berharga dari mengenal sosok-sosok baru dlm hidupku"...
Ada "sosok" yg memang aku kudekatkan di hati & ada "sosok" yg harus kujauhkan dari hati...
Karena, manusia (termasuk aku) tak ingin terluka, kecewa & tertipu utk kedua kalinya...
Manusia (termasuk aku) tidak bisa hidup sendiri & akan selalu membutuhkan orang lain...
Dalam kehidupan inilah Allah mengenalkanku pd sebuah jalinan pertemanan yg didalamnya ada sikap "saling", yaitu interaksi 2 arah antar 2 orang atau lebih...
Aku pernah merasakan "ukhwah" yg benar-benar disebut "ukhwah" & aku jg pernah merasakan "ukhwah" yg hanay sebatas teori...
Dalam "ukhwah sejatilah" aku merasakan "saatnya memberi & saatnya menerima"...
teman/saudara (dikala itu) ada buatku disaat aku tertawa & menangis...juga disaat aku marah, disaat aku kecewa, disaat aku rapuh...
Tapi dalam "ukhwah" yg hanya sebatas teori, mereka (yg kukenal) datang & menyapaku disaat mereka butuh aku ! Dan setelah "hajat" mereka tercapai, maka mereka lupa padaku.
Mereka seolah sibuk dgn kebahagiaan mereka...dan sekali-kali datang padaku sambil menveritakan kebahagiaan mereka...
Aku tidak butuh "orang-orang yg spt itu"...dan aku cukup merasa mendapat "pelajaran yg berharga dari mengenal sosok-sosok baru dlm hidupku"...
Ada "sosok" yg memang aku kudekatkan di hati & ada "sosok" yg harus kujauhkan dari hati...
Karena, manusia (termasuk aku) tak ingin terluka, kecewa & tertipu utk kedua kalinya...
Sabtu, 10 Oktober 2009
Jumat, 09 Oktober 2009
kerinduan yg dlm buat Akhwatfillah...
Malam yg smakin larut, setelah "qiyamullail" dikamar yg hanya aku berada sendiri, mengantarkanku pd "rasa rindu yg sangat dlm" pd akhwatfillah...
Bersama kalian kulewati "masa-masa" setelah "hijrah-ku". Masa dimana kita masih remaja saat itu. Masa dimana kata orang-orang "kita masih labil, rawan & sedang dlm proses pencarian jati diri"...
Bersyukur...krn masa-masa itu kita lewati bersama dgn hal-hal yg sifatnya "positif & membangun kepribadian kita"...Banyak hal yg telah kita lakukan & kita lewati bersama & menemukan hal-hal yg baru spt "tarbiyah, dakwah, ukhwah & jama'ah"...
Setiap kita punya keunikan masing-masing & bagiku, setiap kalian punya kesan tersendiri dihati ini...Setiap kalian istimewa dihatiku & tak kutemukan pd "sosok-sosok baru" yg kutemukan pd perjalanan hidupku saat ini...Saat dimana kita telah berada pd ruang & waktu yg berbeda...
Aku, yg saat itu berada pd kondisi "kehidupan sederhana dgn ekonomi keluarga yg lebih dibawah dibandingkan kalian", tp kalian membuatku tdk merasa "rendah diri" dgn segala yg telah kalian berikan pd-ku...
Kita memang berasal dr keluarga yg berbeda latar belakangnya tp malah membuat kita bersatu & menyatu dlm ukhwah yg saat itu kita landaskan pd "kecintaan & kebencian krn Allah SWT"...
Tak ada hal yg luput dr perhatian kita thd sesama kita, bahkan hal-hal yg kecil sekalipun spt ; selalu berjabat tangan, "cipika-cipiki" & mengucapkan salam tatkala bertemu krn menurut Hadist Rasulullah "hal itu dpt menggugurkan dosa diantara kita" lalu saling bertukar kado, saling bertukar surat cinta & sll mengingat hari kelahiran diantara kita...Bahkan kita saling mengungkapkan rasa sayang & rindu meskipun hampir setiap hari kita bertemu di sekolah & menghabiskan banyak waktu bersama (mengelola ROHIS di mushala & les bersama dlm satu kls kusus yg kita isinya di sebuah lembaga bimbel...
Kehadiran kalian benar-benar memberi "pelangi" dlm hidupku. Dan kita laksana pelangi dgn "warna yg berbeda" krn kita punya karakter yg berbeda-beda...Ada yg tegas, berjiwa kepemimpinan namun jg lembut. Ada yg tampak cuek tp sebenarnya sangat perasa. Ada yg idealis & optimis. Ada yg childist & humoris. Ada yg labil tp skali-skali bs begitu stabil. Ada yg berwawasan luas & penuh ide. Ada yg bs jd donatur & koordinator. Ada yg ttp bs tenang dlm keadaan yg "memanas/emosi"...
Semua indah...& aku yakin setiap kita masih bisa merasakan & masih dpt mengingat semua itu...
Waktu yg terus mengalir & proses tarbiyah mengantarkan kita "dari 1 tenda ke tenda yg lain"...Tp jujur kuakui, tetap pd tenda yg pertamalah yg memberikan kesan yg begitu dalam & paling istimewa dihati ini...krn ditenda pertamalah kita melewati "masa kebersamaan" yg lebih lama & mendapatkan ilmu/hal-hal baru yg lebih banyak dlm membentuk kepribadian kita...
Sampai saat ini, air mataku selalu mengalir tatkala mengenang semua itu...Meskipun kenyataannya saat ini kita berada pd ruang dgn aktivitas yg berbeda + jarak yg jauh & hal itu harus menjadi sebuah "penerimaan"...
Bila saat ini kita belum menemukan "tenda yg serupa dgn tenda yg pertama, yg pernah kita berada didalamnya bersama" tp bukan berarti kita berbeda, meskipun banyak yg telah berubah pd diri kita masing-masing...Tp ada satu hal yg tdk berubah yaitu ukhwah kita, yg dulu telah kita "pupuk dgn do'a Rabithah yg rutin kita baca sambil membayangkan wajah teduh & manis diantara kita"...
Akhwatfillah...saat ini, tak ada "sosok baru" yg kutemukan yg bisa membuatku rindu & berlinangan air mata tatkala teringat, selain sosok kalin...Spt rasa rinduku yg hadir walaupun malam sudah sangat larut...
Tidak hanya aku yg merasa "seolah sendiri", kalian juga...Meskipun kita tak pernah benar-benar sendiri krn Allah SWT sll ada bersama kita...
Meskipun telah ada "seorang" dr kita yg telah menyelesaikan perjuangan hidupnya dibumi Allah SWT ini & telah kembali pd Allah SWT, namun doa & ingatan kita sll ada buatnya...Begitupun dgn rasa sayang & rindu ini yg berharap sebuah pertemuan yg indah nanti di jannah-NYA...
Foto yg memperlihatkan kebersamaan kita hanyalah salah satu bukti kecil ttg keberadaan ukhwah kita sejak dulu & smoga sll sampai akhir hayat nanti...
Akhwafillah...aku ingin kalian tahu bahwa aku sayang, cinta & rindu sekali pd kalian semata krn Allah SWT...
Spesial to ; Almarhumah dian mayasari, Safra Husa Isnani, Rahmayanti, Elga Andina, Guswinda, Putri Radhiyah, Ira nia Sanita)...
Bersama kalian kulewati "masa-masa" setelah "hijrah-ku". Masa dimana kita masih remaja saat itu. Masa dimana kata orang-orang "kita masih labil, rawan & sedang dlm proses pencarian jati diri"...
Bersyukur...krn masa-masa itu kita lewati bersama dgn hal-hal yg sifatnya "positif & membangun kepribadian kita"...Banyak hal yg telah kita lakukan & kita lewati bersama & menemukan hal-hal yg baru spt "tarbiyah, dakwah, ukhwah & jama'ah"...
Setiap kita punya keunikan masing-masing & bagiku, setiap kalian punya kesan tersendiri dihati ini...Setiap kalian istimewa dihatiku & tak kutemukan pd "sosok-sosok baru" yg kutemukan pd perjalanan hidupku saat ini...Saat dimana kita telah berada pd ruang & waktu yg berbeda...
Aku, yg saat itu berada pd kondisi "kehidupan sederhana dgn ekonomi keluarga yg lebih dibawah dibandingkan kalian", tp kalian membuatku tdk merasa "rendah diri" dgn segala yg telah kalian berikan pd-ku...
Kita memang berasal dr keluarga yg berbeda latar belakangnya tp malah membuat kita bersatu & menyatu dlm ukhwah yg saat itu kita landaskan pd "kecintaan & kebencian krn Allah SWT"...
Tak ada hal yg luput dr perhatian kita thd sesama kita, bahkan hal-hal yg kecil sekalipun spt ; selalu berjabat tangan, "cipika-cipiki" & mengucapkan salam tatkala bertemu krn menurut Hadist Rasulullah "hal itu dpt menggugurkan dosa diantara kita" lalu saling bertukar kado, saling bertukar surat cinta & sll mengingat hari kelahiran diantara kita...Bahkan kita saling mengungkapkan rasa sayang & rindu meskipun hampir setiap hari kita bertemu di sekolah & menghabiskan banyak waktu bersama (mengelola ROHIS di mushala & les bersama dlm satu kls kusus yg kita isinya di sebuah lembaga bimbel...
Kehadiran kalian benar-benar memberi "pelangi" dlm hidupku. Dan kita laksana pelangi dgn "warna yg berbeda" krn kita punya karakter yg berbeda-beda...Ada yg tegas, berjiwa kepemimpinan namun jg lembut. Ada yg tampak cuek tp sebenarnya sangat perasa. Ada yg idealis & optimis. Ada yg childist & humoris. Ada yg labil tp skali-skali bs begitu stabil. Ada yg berwawasan luas & penuh ide. Ada yg bs jd donatur & koordinator. Ada yg ttp bs tenang dlm keadaan yg "memanas/emosi"...
Semua indah...& aku yakin setiap kita masih bisa merasakan & masih dpt mengingat semua itu...
Waktu yg terus mengalir & proses tarbiyah mengantarkan kita "dari 1 tenda ke tenda yg lain"...Tp jujur kuakui, tetap pd tenda yg pertamalah yg memberikan kesan yg begitu dalam & paling istimewa dihati ini...krn ditenda pertamalah kita melewati "masa kebersamaan" yg lebih lama & mendapatkan ilmu/hal-hal baru yg lebih banyak dlm membentuk kepribadian kita...
Sampai saat ini, air mataku selalu mengalir tatkala mengenang semua itu...Meskipun kenyataannya saat ini kita berada pd ruang dgn aktivitas yg berbeda + jarak yg jauh & hal itu harus menjadi sebuah "penerimaan"...
Bila saat ini kita belum menemukan "tenda yg serupa dgn tenda yg pertama, yg pernah kita berada didalamnya bersama" tp bukan berarti kita berbeda, meskipun banyak yg telah berubah pd diri kita masing-masing...Tp ada satu hal yg tdk berubah yaitu ukhwah kita, yg dulu telah kita "pupuk dgn do'a Rabithah yg rutin kita baca sambil membayangkan wajah teduh & manis diantara kita"...
Akhwatfillah...saat ini, tak ada "sosok baru" yg kutemukan yg bisa membuatku rindu & berlinangan air mata tatkala teringat, selain sosok kalin...Spt rasa rinduku yg hadir walaupun malam sudah sangat larut...
Tidak hanya aku yg merasa "seolah sendiri", kalian juga...Meskipun kita tak pernah benar-benar sendiri krn Allah SWT sll ada bersama kita...
Meskipun telah ada "seorang" dr kita yg telah menyelesaikan perjuangan hidupnya dibumi Allah SWT ini & telah kembali pd Allah SWT, namun doa & ingatan kita sll ada buatnya...Begitupun dgn rasa sayang & rindu ini yg berharap sebuah pertemuan yg indah nanti di jannah-NYA...
Foto yg memperlihatkan kebersamaan kita hanyalah salah satu bukti kecil ttg keberadaan ukhwah kita sejak dulu & smoga sll sampai akhir hayat nanti...
Akhwafillah...aku ingin kalian tahu bahwa aku sayang, cinta & rindu sekali pd kalian semata krn Allah SWT...
Spesial to ; Almarhumah dian mayasari, Safra Husa Isnani, Rahmayanti, Elga Andina, Guswinda, Putri Radhiyah, Ira nia Sanita)...
Langganan:
Komentar (Atom)

